Distance

Song : Distance – Secondhand Serenade

Cast : Choi Seunghyun & Park Heerin

Story :

Please don’t hate me too…

Baru saja aku sadari, pertengkaran ini tidak harus terjadi. hanya karena ia pulang kerumah terlambat satu jam. entah kenapa tiba-tiba saja aku naik pitam ketika ia pulang tanpa membawa apa-apa. terkadang aku memang marah apabila  ternyata aku duluan yang pulang kerumah. aku melihatnya keluar dari kamar menuju pintu rumah, seperti bersiap akan keluar.

“mau kemana lagi?” tanyaku masih dengan nada yang tinggi.

“aku keluar sebentar. menenangkan kepalaku.” jawabnya dingin.

aku yakin dia sehabis menangis di kamar sebelum keluar kamar. aku tidak bisa melarangnya. walau aku tau, ini sudah malam untuk gadis seperti dia, keluar. tapi, tidak ada sepatah kata pun yang mampu keluar dari bibir ku. dadaku masih sedikit sakit akibat membentak nya tadi. aku tau dia tidak suka di bentak. tapi, namanya orang marah kan….

satu jam berlalu. waktu menunjukkan pukul 22.00. dia juga tidak kunjung pulang. aku menyalahkan diriku sendiri karena terlalu emosi.

pukul 22.30. ia juga masih belum pulang. rasa khawatir menyelimuti diriku. ku raih handphone dan mulai menelpon nya.

“yoboseyo?” akhirnya dia mengangkat telepon.

“kamu dimana? kenapa belum pulang?” kataku panik.

kemudian hening. entah apakah ia masih kesal denganku atau tidak memaafkan ku. hanya memakai celana training dan kaos yang biasa aku kenakan di rumah, aku keluar membawa kunci mobil. tiba-tiba aku ingin sekali menemui nya. aku ingin meminta maaf dengan segera. dengan telpon yang masih dalam sambungan.

“Heerin-ah, oddiseo (dimana) ?” aku bertanya keberadaannya ketika sudah di dalam mobil dengan suara sedikit bergetar. aku mengemudikan mobil ku, menyusuri jalan setapak. aku bingung.

kemudian, aku teringat sebuah kenangan. disaat kami berdua sedang emosi, biasanya aku menemukan Heerin di suatu cafe milik mendiang sahabatnya. dan letaknya tidak jauh dari rumah kami. kuputar stir menuju cafe itu.

benar. aku melihatnya dari balik kaca. ia duduk sendirian dengan 2 cangkir kopi. dan handphone nya, tergeletak di atas meja. jadi, dari tadi ia tidak mendengar ku berbicara di telepon.

aku memarkirkan mobil, kemudian masuk ke dalam cafe itu. aku langsung menuju meja tempat Heerin duduk lalu duduk di sampingnya.

“Heerin, maaf.” aku menggenggam tangannya. ia hanya mematung, diam. “tidak seharusnya aku emosi seperti itu.” kataku lagi. kini ia menatapku. “aku kesal jika kita terdapat jarak. seperti tadi. yang seharusnya kita baik-baik saja malah seperti itu. itu benar-benar salahku. maaf.”

Heerin menyentuh pipi ku lembut dan tersenyum. “aku selalu memaafkanmu.”

“pulang, ya?” pintaku.

“I’m coming home to you soon.” jawabnya lagi.

“kapan? aku ingin sekarang.”

“setelah aku menghabiskan kopiku.”

ia menunjuk secangkir kopi miliknya dan itu membuatku tersenyum. aku sangat menyayanginya.

~~FIN~~

sumpah, geje banget! enough ah~

hhehehe…

Advertisements

4 thoughts on “Distance

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s