Anonymous; i found the truth

pukul dua dini hari, gw belum tidur. apa yang gw lakuin? gw nonton. memang, gw ngga punya tivi di kamar kost gw. gw nontonnya streaming, mamennn…! kepengen streaming gara-gara mau coba-coba aja. channel yang bikin gw tertarik buat nonton adalah HBO. whatttt…..? pas ganti-ganti channel, di HBO lagi baru mau mulai filmnya. hampir aja mubazir mau nonton HBO FAMILY yang nayangin Harry Potter, film kesukaan gw. berhubung layarnya ketutup terus sama iklan, jadilah nonton HBO.

 Theatrical release poster of Anonymous

Theatrical release poster of Anonymous

film yang gw tonton adalah Anonymous. awalnya kurang tertarik sama nih film. dari judulnya udah kayak suram banget. takutnya ntar merupakan film ber-genre thriller atau berbau horror tentang pembunuhan oleh orang yang tak bernama alias anonymous. kan gw takut malem-malem mesti nonton film gituan. tapi pas liat bapak tua yang lari-lari memasuki sebuah teater masa kini serta bapak tua itu merupakan narator dari suatu pementasan drama, gw jadi positif thinking kalo ini bukan film trailler. apalagi bapak tua itu menyebutkan sebuah nama yang bikin gw tambah penasaran. Will Shakespeare.

setelah bapak tua bernarasi, setting berubah menjadi tahun 1960-an. mas rambut gondrong lari karena dikejar-kejar di tengah hujan sambil membawa sesuatu. mas gondrong itu namanya Ben Jonson, bukann Ben Josua atau Ben Ten (?). trus dia sembunyi di bawah panggung teater di masa itu dan teaternya dibakar sama pengejarnya. dia selamatin barang yang dia bawa di dalem peti di bawah panggung teater. ketangkep, trus ditanya-tanyain, dipukulin. kemudian waktunya mundur menjadi 40 tahun lalu.

pas itu Queen Elizabeth nonton drama lucu. nemuin deh beliau ke artis-artisnya. lalu waktunya mundur jadi 4 tahun lalu. sumpah. setelah itu gw jadi bingung alurnya gimana lagi. tapi gw ngerti jalan ceritanya. walaupun ngertinya pas belakangan. soalnya alurnya loncat-loncat.

gw ceritain intinya aja deh mulai dari sini. Ben itu dulunya pernah masuk penjara trus dibebaskan oleh seorang bangsawan yaitu Edward, Earl Of Oxford. ternyata Edward tuh tau kalo Ben itu adalah penulis drama terbaik. so, Edward minta tolong ke Ben supaya karya-karya nya yang berupa naskah drama diatas namakan Ben dan ngga boleh seorangpun tau karena keturunan bangsawan itu ngga suka sama drama atau puisi dan mereka menganggapnya sama dengan menyembah berhala. Ben masih ragu tapi Ben tetep kasih naskah ke teater. tapi sayangnya, Ben cerita ke temennya, Will, kalo dia dapet naskah. itu doang.

tanpa diduga, naskah itu jadi booming. banyak banget penonton yang memberikan appaluse. pas penontonnya tanya, siapa pembuatnya, dan keluarlah Will. dia ngaku-ngaku kalo itu punya nya.

Sebenernya Ben rada kesel, begitu juga Edward (menurut gw). tapi apa boleh buat daripada nyebar yang sebenernya. Ben dateng lagi ke Edward di kediamannya, Edward kasih nama belakang Will yaitu Shakespeare.

nah, bingung, kan? jadi intinya, sosok Will Shakespeare itu bukanlah Will, teman Ben yang ternyata buta huruf. Will Shakespeare itu adalah Edward, Earl of Oxford, seorang bangsawan yang sangat menyukai puisi. oke, gw jadi ngambil sebuah pelajaran. yang kita kagumkan itu bukanlah sosok pembuat sebuah karya, tapi yang harus kita kagumkan adalah karya itu sendiri. sosok itu ngga penting. karya nya bagus, berarti mencintai karya itu bukan orangnya.

dari film ini, kita juga dapet fakta-fakta (seputar film, tentunya) yang membuat sedikit tercengang. Edward itu adalah kekasih Queen Elizabeth dan mereka punya anak yang namanya Henry, Earl of Southampton yang di asuh oleh orang lain karena itu merupakan anak haram dan Queen Elizabeth juga lagi kesel sama Edward gara-gara dikira pengkhianat karena Edward mempunyai hubungan dengan wanita lain. padahal sebenernya Edward itu menantunya penasehat Queen Elizabeth yang dipaksa nikah.

dan yang lebih kagetnya lagi, Edward itu adalah anak dari Elizabeth entah sama pria mana yang dilahirkan ketika Elizabeth berusia 16 tahun. SANGAT MEMBINGUNGKAN. silsilah keluarganya jadi kacau balau.

ngga nyesel gw nonton film ini. film dengan bahasa Inggris jaman lampau, bahasanya keren banget. gw suka…! dan gw juga suka sama pemeran Young Edward & Old Edward.

Young Queen Elizabeth with Young Edward

Young Queen Elizabeth with Young Edward

 

Old Queen Elizabeth with Old Edward

Old Queen Elizabeth with Old Edward

Old Edward mirip Tom Felton ditambah kumis dan jenggot.

Advertisements

2 thoughts on “Anonymous; i found the truth

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s