Gula and Garam

Hari terakhir berpuasa bagi umat muslim (kalo besok jadi idul fitri). Di rumah gw riweuh banget. Mempersiapkan makanan yang akan dihidangkan besok. Gw baru bisa mempersiapkan dari kemarin (Sabtu, 26 Juli 14) dikarenakan hari itu hari libur. Dari bikin kue, bersih2.

Hari ini yang duper sibuk karena merupakan hari terakhir untuk mempersiapkannya. Dan gw lagi galau super. Entahlah galau gara2 apa, yang pasti gw sensi banget. Gw bingung, banyak banget yang mesti dikerjakan.

Saking bingung dan riweuh nya, gw sampe salah ambil garam.

Ok, gini ceritanya…

Gw mau goreng kacang. Kata ibu, sebelum di goreng, mesti dilumuri sama air garam dengan perbandingan 1sdt garam dan ngga sampe 50ml air. Karena berburu, gw langsung ambil toples di lemari yang biasanya ditempati oleh garam. Gw buka tutupnya, gw sendok 1 kali. Di dalam toples sudah ada sendoknya. Kemudian, gw masukin di mangkok lalu diaduk dengan 1 sumpit. Gw sedikit heran, kenapa mau nyampur. Setelah gw liat lagi toples yang masih ada di tangan kiri gw, ternyata itu adalah toples gula. Untung nya belum aku masukin ke dalam kacang yang belum digoreng. Ckckck!

Dan gw langsung teringat tentang praktikum waktu SMP (gw lupa! Fisika atau kimia karena guru fisika dan kimia gw adalah sama. Tapi sih sepertinya praktikum kimia). Gw inget banget dimana Chilton yang pengen ngembat gula tapi yang termakan olehnya adalah garam. Jadi, dia teriak-teriak, ‘gulanya asin!’

Hhaha.. Padahal kejadian iti sudah berlangsung lama sekali. Sekitar 10 tahun yang lalu, tapi rasanya melekat sekali ;)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s