Ngga bisa move-on

TADAAAA…!!!
finally setelah menunggu beberapa hari sejak tenggelamnya kapal van der wijck *ups* handphone aku maksudnya, aku bisa update WP aku. Handphone aku tenggelam? Iya. Jadi, tanggal 1 Desember kemarin, hujan deras banget pas aku pulang kerja jam 9. Aku mah gentak aja nerobos hujan deres plus badai itu. Ngga liat ada genangan, aku terobos juga. Aku kira sebentar, kok makin lama maki dalem dan akhirnya tenggelam lah motor ku. Dan handphone ku ada di dalam bagasi. Selama 18 hari, aku hidup tanpa handphone…

Dan sekarang, aku udah bisa bernapas lega. Cus beli handphone habis gajian. Hehehe..

Beberapa hari tersebut tanpa handphone, aku banyak bingit bernostalgia. Kadang aku senyum-senyum sendiri ketika mengingat-ingat masa lampau. Masa-masa tahun 90-an. Aku sendiri lahir pada tahun 1992. Sempet dong aku merasakan ke anekaragaman yang terjadi pada saat itu.

image

Waktu pulang kerja, masih agak sorean juga. Aku ketemu anak SMA yang pake sweater yang ada gambarnya GENERASI 90-AN. Dan aku thinking so hard ya. Anak itu kemungkinan lahir pada tahun…hmm…paling tua sih kelahiran 97. Adek aku lulus SMA 2 tahun lalu kelahiran 95. Ngga banyak yang mereka rasakan.

Flash back lah aku. Kangen masa-masa main hujan-hujanan cuma pake celana pendek dan singlet tanpa ada yang teriakin “Nanti sakit!!!” Ada lagi main di paret. But, bukan comberan, oke. Paret yang aku maksud itu bersih binggo. Hanya ada airnya ketika hujan turun. Kalo jaman sekarang mah sama kotornya. Orang tua sekarang over protective tapi ngga bisa disalahkan juga sih. Seiring berkembangan jaman, penyakit juga makin banyak, men…

Lalu, banyak yang bejalan kaki ketimbang naik kendaraan. Anak SD dulu mah gadget yang paling berharga ialah tamagochi. Pulang sekolah pasti haur ngurusin piaraannya disono.

image

Oia, mengenai lagu lagi. Beberapa saat lalu, aku karaoke sama temen-temen kantor. Aku, yang lagi setres berat, nyanyiin lagu yang agak rock. Contohnya lagu Queen yang Bohemian Rhapsody. Itu lagu lama bingits memang yang sempet hitz lagi pada tahun 91 dan mas aku punya CD nya. Aku jadi ngga asing, kan dengan lagu itu. Eh, tapi, temen kantor aku malah celetuk “itu lagu bapak aku pas masih anak-anak.” Aku pun hanya bisa tertawa. Dan lagi, aku nyanyi lagu Spice Girl yang Wannabe. Mereka malah kenalnya itu lagu iklan Rexona yang buat ketek itu.

Anak-anak dulu juga ngga membedakan kasta seperti yang aku rasakan sekarang. Ck! Parahlah. Mas ku dulu yang anaknya orang pertamina, dia berteman sama semua kalangan. Dulu ngga ada bedanya antara anaknya pertamina sama anaknya bukan pertamina. Sekarang, di komplek pertamina yang aku lewati, rata-rata pintu tertutup semua. Anak-anak yang main bola di lapangan dekat perumahan pertamina ternyata bukan orang pertamina.

image

Melihat gambar mengingatkan aku waktu kecil. Dulu aku juga begitu. Hhehe.. sampe dimarahin karena anak cewe ngga sepantasnya begitu..

Semuanya masih ingat dan melekat. Kalau gin bisa, aku pengen balik ke masa itu. Disitulah aku gagal move-on. Aku bener-bener ngga pengen lepas masa itu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s