Unexpected Journey to Penajam

image

Rekap tanggal 2 Mei 2015.

Dengan judul “Unexpected Journey” dengan alasan, awalnya kami hanya ingin jalan-jalan di seputaran Balikpapan aja. Aku udah persiapkan bekal makanan ringan dengan tas sederhana. Tapi, mas isi bensin full di motornya dan pakai acara servis segala.
Tiba-tiba, dia line ke aku “kita ke penajam aja” padahal itu sudah jam 12 siang. Yah, aku sih ngikut aja. Dengan pertimbangan waktu yang sudah di tengah-tengah siang bolong, masih 50:50 buat ke Penajam. Tau-tau, di kilo main belok kiri ke arah kariangau. Fix dah ke Penajam. Padahal, gin, kami masih belum tau tujuannya kesana tuh kemana.

Naik kapal fery dari Balikpapan bayar 38rb. Sampe pelabuhan Penajam, tujuan mas ke pantai Tj. Jumlai. Nanya-nanya orang, hampir aja tersesat. Liat di GPS, jarak perjalanannya hanya 23 km. Sebentar, sih. Tapi, kami sempat berteduh hampir 1 jam setengah. Mas sempet war berkali-kali. Sampai pantai, sekitar jam 4an. Solat ashar di masjid pinggir jalan. Di pantai, kami habiskan untuk melihat anak-anak SMA yang pada njebur di laut. Ada yang takut-takut ngga bisa berenang. Lucu aja liatnya. Trus mas panggil2 buat foto, foto lah kami.

Di pantai, ngga sampe 1 jam. Kami cus pulang sekitar jam 5 kami singgah makan di warung ikan goreng deket pelabuhan. Kurang nafsu makannya soalnya ikannya digoreng kering banget. Tapi sih abis 😁 kan laper dari pagi belum maem.

Dari Penajam jam 6an, bayarnya 42ribu. Beda 5rb yang agak cukup signifikan (apa sih? :?) di fery ini, kita bisa duduk diluar, merasakan semriwing angin sehingga ngebuat mas tertidur. Karena kasihan ngeliat kepala mas kemana-mana (?) secara sandarannya ngga tinggi, aku mengajaknya pindah ke dalam. Wuihhh.. Dia bobo lelap banget. Sampe jam 7 ada pemberitahuan kalo kami udah mau sampe. Dia kaget langsung berdiri. Belum juga kami solat magrib. Jadi pas sudah di kariangau, kami cari mesjid terdekat kemudian solat.

Selesai solat magrib, ngga lama ada suara azan isya berkumandang di mesjid lain. Mas panik. Di mesjid itu ngga ada orang selain kami berdua, sedangkan harus ada yang azan. Mas ngga mau azan, mungkin dia malu :mrgreen: tapi, masa aku yang azan? Akhirnya ada seorang yang masuk mesjid kemudian azan. Kami, eh mas tertolong jadinya. Kita lanjut solat isya berjamaah.

Ditengah-tengah solat, hujan deras melanda sampai selesai solat hingga jam setengah 10, orang mesjid pada pulangan dan kami juga memutuskan untuk pulang. Kami ngeri di dalam mesjid besar berduaan kemudian tempatnya sepi bingit 😱 hujannya udah jadi gerimis, tapi kilatnya masih menyambar-nyambar. Akhirnya, sampai rumah jam 10.

Kami lelah, tapi aku 100% bahagia sekali. Spent all day with my future eternal love. 🚢 ⚓ 💏 🐚

Advertisements

2 thoughts on “Unexpected Journey to Penajam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s