Run

Dari sebelum puasa, sampe udah masuk puasa dan bentar lagi lebaran. Aku pengen banget lari. Sampe terbawa mimpi~

Aku yang sudah lelah sekali, tetap berlari. Even aku sampe menggunakan tangan saking lemasnya sudah kakiku. Tapi, aku harus lari. Jalan yang aku susuri begitu gelap. Aku takut sedangkan aku sendiri. Makin takut.

Hingga sampai aku dipersimpangan. Bernapas lega dan mencari segenap udara sejuk. Tiba-tiba, aku bertemu dengan seorang bapak-bapak yang biasa aku tegur setiap pagi dengan motor bututnya.

“Pak, saya numpang, ya?” berharap bapak itu langsung berhenti dan berkata “iya”

Tapi apa yang kudapat? Dia bilang, dia mau beli bensin dulu. Dan anehnya, aku ngga kesal sama sekali. Aku malah mempersilahkannya pergi untuk membeli bensin. Padahal aku tau, bapak itu tidak akan kembali untuk menjemputku.

Berjalanlah aku ke suatu tempat yang tinggi. Aku lihat pemandangan laut dari ketinggian itu. Adem banget rasanya. Hingga akhirnya aku duduk dan menyelonjorkan kaki hanya untuk menikmati pemandangan itu ditambah angin yang semilir.

Aku ingin berlari. Berlari dari kenyataan juga sebenernya ingin. Aku ingin menjadi orang yang bukan aku untuk sementara waktu. Aku ingin gila untuk sejenak.

Sebenarnya aku sudah lelah. Aku ingin rehat sejenak. Tapi cara rehatku aku pilih untuk berlari dari semua itu. Hingga akhirnya aku berhenti berlari dan kembali dari masa rehat. Berkecimpung dalam hidupku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s