Bobrok

Bobrok : bob.rok
Adjektiva (kata sifat) rusak sama sekali; bejat: rumahnya sudah bobrok; masyarakat yang telah bobrok akhlaknya

Kata-kata itu selalu berkeliaran di kepalaku seolah memberikan suatu peringatan tentang keadaan yang sedang terjadi. Ketika melihat sekeliling yang….ah, entahlah. Baru melirik sebentar, sudah bikin malas untuk dilihat berlama-lama. Dan apabila bergelut dalam bidang yang sudah bobrok itu, mau ngga mau dijalani dengan setengah hati.

Sepenuh hati? Impossible. Kalau sepenuh hati, tidak ada rasa sakit di dalam hati. Tidak ada ucapan-ucapan sakit hati dan air mata pun tidak ikut serta.

Aku masuk ke tempat yang awalnya baik-baik saja berkat seorang pemimpin yang mengerti dan paham betul apa yang harus dilakukan anak buahnya. Kebersamaan dari regu A-Z terlihat jelas, tanpa hal-hal yang membuat terbedakan. Padahal dari regu A-Z ada perbedaan yang jelas tapi tersamarkan berkat beliau. Kami semua seperti sama. Dan berada di dalamnya membuat semangat. Reward-reward yang diberikan juga sesuai sasaran.

Semua berubah ketika kepemimpinan itu lengser dan digantikan dengan orang baru. Orang baru yang tidak mengerti akan apa yang memang tugas bawahannya. Mungkin yang ia pikirkan, kami harus melakukan apa yang harus menjadi perintahnya. Bisa jadi melanggar aturan, asalkan itu atas perintahnya.

Perbedaan-perbedaan yang sebelumnya tersamarkan, terlihat jelas. Terlalu menonjol dan berakibat kecemburuan sosial bagi sebagian kami yang have nothing. Bagi kami yang menjadi support untuk mereka, menjadi pembantu kebutuhan mereka, menjadi pengisi di kekosongan mereka. When it’s done, puff…! “Who are you? This is our party!”

Saat kami menuntut hak kami, “oh, maaf. Kami tidak berhak menuntut nya. We are nothing.” ingin sekali aku berkata seperti itu.

“We have targets and you dont! Please, do your job!” Dan pekerjaan kami sesuai perintah our majesty.

Pernah suatu waktu, “kenapa tidak dikerjakan? Kenapa mesti ditunda-tunda. Kerjakan sekarang!” perintah our majesty dari saluran telepon yang disampaikan salah satu rekan. Huuhh! How we can do? Bahan utama tidak ada. Ibarat orang mau beli donat, donatnya ini loh masih di oven!!!! Did you see….??? But, you never see..

Regu A-Z berkumpul, ia membangga-banggakan regu yang memiliki target. Saat targetnya belum terpenuhi, always, “dimohon bantuannya ya. Kalau bisa sampai semua selesai. Teruntuk support. Jangan pulang cepat, pekerjaan banyak.” dan disaat Terget telah terpenuhi, “terima kasih tim target atas segala usahanya dalam pencapaian ini.” kami, tepuk tangan dong yang keras banget. Ucapan terima kasih untuk kami? Jangan harap deh..

Sekian dari saya. Gondokan saya, unek-unek saya, keluh kesah saya, kesedihan saya. Saya harus tetap bertahan untuk beberapa waktu.

Advertisements

One thought on “Bobrok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s